Belanja Oleh-Oleh Seru di Gili Petelu

Kalau biasanya orang datang ke Gili Petelu untuk snorkeling atau sekadar foto-foto di pasir putihnya, perjalanan saya kali ini agak berbeda. Memang sih, saya tetap membawa kamera dan perlengkapan snorkeling, tapi tujuan utama saya sebenarnya adalah berburu oleh-oleh khas yang jarang ditemukan di tempat lain. Rasanya unik, karena biasanya kita berpikir oleh-oleh itu belinya di kota, di pusat suvenir atau pasar besar, tapi ternyata di Gili Petelu, pengalaman belanjanya punya cerita tersendiri.

Saya memulai perjalanan dari daerah Lombok Tengah. Agar praktis dan tidak ribet, saya memilih menggunakan layanan sewa mobil Lombok Tengah. Dengan begitu, saya bisa berangkat lebih santai, apalagi supirnya sudah tahu jalur tercepat menuju pelabuhan kecil di Sekotong, tempat penyeberangan menuju Gili Petelu. Sepanjang perjalanan darat, pemandangan khas Lombok Tengah benar-benar memanjakan mata—sawah luas, desa-desa dengan rumah adat, dan deretan bukit yang mulai disinari matahari pagi.

Perjalanan Menuju Gili Petelu

Sampai di pelabuhan, suasana masih sepi. Air laut tenang, dan perahu nelayan tampak sedang bersiap. Saya naik ke perahu motor yang akan membawa kami melintasi laut biru jernih. Gili Petelu sendiri terkenal dengan airnya yang sebening kaca dan panorama bawah laut yang memikat. Tapi kali ini, saya juga penasaran dengan cerita seorang teman bahwa ada beberapa spot di sekitar sini yang menjual camilan laut dan suvenir buatan warga lokal.

Perjalanan lautnya singkat, tapi memberi waktu untuk benar-benar menghirup aroma laut dan menikmati angin segar. Dari kejauhan, Gili Petelu tampak mungil, dengan pasir putih yang kontras dengan warna lautnya yang bergradasi.

Kejutan Kuliner dan Suvenir Lokal

Setibanya di pulau, saya langsung disambut beberapa warung sederhana. Mereka menjual aneka camilan laut—ikan asin kering, kerupuk rumput laut, hingga abon ikan yang wangi menggoda. Pemilik warung dengan ramah mempersilakan saya mencicipi sedikit kerupuk sebelum membeli. Rasanya gurih, renyah, dan terasa segar karena diolah langsung dari hasil laut setempat.

Selain makanan, ada juga kerajinan tangan seperti gelang dari kerang, kalung manik-manik, hingga hiasan dinding berbahan kayu kelapa. Semua dibuat manual oleh warga, jadi setiap barang punya sentuhan unik. Saya memilih beberapa gelang kecil untuk dibagikan ke teman di rumah, dan sebungkus ikan asin untuk keluarga.

Menariknya, belanja di sini tidak seperti belanja di toko suvenir besar. Prosesnya terasa personal. Sambil memilih barang, saya sempat mengobrol dengan penjual, mendengar cerita mereka tentang bagaimana kerupuk dibuat atau bagaimana mencari kerang untuk bahan gelang. Rasanya seperti mendapatkan bonus cerita di setiap pembelian.

Sensasi Belanja di Pulau Kecil

Yang membuat pengalaman belanja di Gili Petelu berbeda adalah suasananya. Bayangkan saja, Anda memilih oleh-oleh dengan latar belakang laut biru yang luas, ombak kecil di pantai, dan suara burung laut di kejauhan. Tidak ada kebisingan lalu lintas, tidak ada hiruk-pikuk pasar kota—hanya suasana santai yang membuat belanja jadi bagian dari liburan, bukan sekadar aktivitas tambahan.

Selesai belanja, saya duduk di salah satu kursi bambu sambil menikmati kelapa muda. Di sebelah saya, ada wisatawan lain yang sedang mencoba topi anyaman buatan tangan. Kami saling bertukar cerita, dan saya jadi tahu bahwa beberapa dari mereka sengaja datang ke Gili Petelu bukan hanya untuk snorkeling, tapi juga untuk membeli camilan laut segar langsung dari sumbernya.

Menggabungkan Wisata dan Belanja

Kalau datang ke Gili Petelu, sebenarnya sangat sayang kalau hanya datang untuk satu tujuan saja. Jadi setelah puas belanja oleh-oleh, saya pun menyempatkan diri untuk snorkeling di sisi timur pulau. Terumbu karangnya masih terjaga, ikan-ikan berwarna-warni berlarian di antara karang, dan airnya yang bening membuat semuanya terlihat jelas.

Bagi wisatawan yang suka memaksimalkan waktu, menggabungkan kegiatan belanja oleh-oleh dengan wisata bahari jelas jadi pilihan menarik. Apalagi jika menggunakan layanan seperti rental mobil lombok atau mobil plus supir lombok yang memungkinkan Anda berkeliling lebih bebas, bahkan singgah di beberapa pantai atau gili lain dalam satu hari.

Pentingnya Transportasi yang Nyaman

Bagi saya, kenyamanan perjalanan sangat menentukan suasana hati saat sampai di tujuan. Itulah mengapa menggunakan transportasi yang tepat—baik sewa kendaraan lombok, paket wisata lombok, atau khususnya transportasi lombok tengah—jadi langkah awal yang penting. Dengan supir yang tahu rute dan waktu tempuh, perjalanan terasa lebih lancar, dan Anda bisa tiba di pelabuhan tepat waktu untuk berangkat.

Perjalanan pulang pun jadi lebih menyenangkan. Saya masih sempat berhenti di beberapa titik foto indah sebelum kembali ke Lombok Tengah. Sopir yang saya gunakan bahkan merekomendasikan tempat makan enak untuk makan siang, yang akhirnya jadi penutup manis untuk hari itu.

Tips Belanja Oleh-Oleh di Gili Petelu

  1. Bawa Uang Tunai – Tidak ada ATM di pulau kecil ini, jadi pastikan membawa uang secukupnya.

  2. Datang Lebih Pagi – Stok camilan laut dan kerajinan biasanya lebih lengkap di pagi hari.

  3. Jangan Ragu Menawar – Meski harganya sudah terjangkau, sedikit negosiasi sering kali disambut ramah.

  4. Lindungi Barang Belanjaan – Gunakan tas anti air jika membawa oleh-oleh yang mudah rusak.

  5. Gabungkan dengan Kunjungan ke Pulau Lain – Banyak tur yang menggabungkan Gili Petelu dengan Gili Kedis atau Gili Nanggu.

Kenangan yang Dibawa Pulang

Saat menurunkan tas belanja di rumah, saya sadar bahwa yang saya bawa bukan hanya oleh-oleh fisik seperti kerupuk atau gelang, tapi juga cerita. Cerita tentang perjalanan laut yang tenang, obrolan singkat dengan penjual, dan senyum ramah orang-orang yang saya temui di pulau kecil itu.

Gili Petelu mengajarkan bahwa oleh-oleh terbaik bukan sekadar barang, tapi pengalaman yang menyertainya. Dan untuk saya, pengalaman belanja di sini adalah salah satu momen liburan yang akan selalu saya ingat.